Menghitung Titik Terok (Titik
Sampel)
Salah
satu masalah yang harus dihadapi dan dicoba diberi nilai oleh statistikawan
ialah unsur kemungkinan yang berkaitan dg munculnya kejadian tertentu bila
suatu percobaan dilakukan. Masalah ini termasuk bidang teori peluang
(probabilitas).
Dalam
banyak hal suatu soal peluang dapat diselesaikan dengan menghitung jumlah titik
dalam ruang sampel tanpa perlu membuat daftar unsur. Patokan dasar mencacah
yang sering disebut sebagai Aturan
Perkalian.
Teorema 1.1 Bila
suatu operasi dengan n1 cara, dan buila untuk tiap cara ini operasi
kedua dapat dikerjakan dengan n2 cara, maka kedua operasi itu dapat
dikerjakan bersama-sama dengan n1n2 cara.
Contoh:
Berapa
banyak titik sampel dalam ruang sampel bila sepasang dadu dilantunkan sekali?
Jawab:
Dadu
pertama dapat menghasilkan salah satu dari n1 = 6 posisi.
Untuk
tiap posisi tersebut dadu kedua dapat pula menghasilkan n2 = 6
posisi.
Jadi
pasangan dadi itu dapat menghasilkan n1n2 = 6 . 6 = 36
posisi
Aturan Perkalian
Rampatan yang mencakup k operasi.
Teorema 1.2
Bila suatu operasi dapat dikerjakan dengan n1 cara, dan bila untuk
setiap cara ini operasi kedua dapat dikerjakan dengan n2 cara, dan
bila untuk setiap operasi tersebut operasi ketiga dapat dikerjakan dengan n3
cara, dan seterusnya, maka deretan k operasi dapat dikerjakan n1n2.....nk
Contoh:
Berapoa
macam hidangan dapat disajikan bila masing-masing hidangn terdiri atas sop,
nasi goreng, bakmi, dan soto, bila tersedia 4 macam sop, 3 macam nasi goreg, 5
macam bakmi, dan 4 macam soto?
Jawab:
Karena
n1 = 4 , n2 = 3, n3 = 5, n4 = 4
maka n1 x n2 x n3 x n4 = 4 x 3 x 5
x 4 = 240 cara berbeda memilih hidangan
Definisi 1.7
Suatu permutasi ialah suatu susunan yang dapat dibentuk dari suatu kumpulan
benda yang diambil sebagian/seluruhnya.
Contoh:
Tiga
benda dapat disusun dengan 3! = 3 . 2 . 1 = 6 cara.
1!
= 1
0!
= 1
Teorema 1.3
Banyaknya permutasi n benda yang berlainan adalah n!
Pada
umumnya n benda yang berlainan jika diambil r sekaligus, dapat disusun dengan
lambang
Teorema 1.4
Bnyaknya permutasi n benda berlainan bila diambil r sekaligus adalah
Contoh:
Dari 20 lotere, 2
diambil sekaligus untuk hadiah pertama dan kedua. Hitung banyak titik sampel
dalam ruang sampel.
Jawab:
n
= 20 ,
r = 2
Banyak seluruh titik
sampel :
Permutasi
yang dibuat dengan menyusun benda secara melingkar disebut peluang melingkar /
siklis.
Teorema 1.5
Banyaknya permutasi n benda berlainan yang disusun melingkar adalah (n - 1)!
Contoh:
3 anak laki-laki dan 2
anak perempuan. Tentukan posisi duduk saat:
a)
Melingkar
b)
Melingkar dan anak-anak dengan jenis
kelamin sama harus berdampingan
Jawab:
a)
b)
Teorema
1.6
Banyaknya permutasi yang berlainan dari n benda bila n1 pertamanya
berjenis pertama, n2 berjenis kedua, ....... , nk
berjenis ke k adalah
Contoh:
Suatu pohon natal
dihias dengan 9 bola almpu yang dirangkai seri. Ada berapa cara menyusun 9 bola
lampu itu bila 3 diantaranya berwarna merah, 4 kuning, dan 2 biru?
Jawab:
Banyaknya
susunan yang berlainan ada 
Teorema 1.7 Banyaknya cara
menyekat suatu himpunan n benda dalam r sel, masing-masing berisi n1
unsur dalam sel pertama, n2 dalam sel kedua, dst adalah
dengan n1 + n
2 +
..... + n
r = n
Contoh:
Berapa
banyak cara untuk menampung 7 petinju dalam 3 kamar hotel, bila 1 kamar
bertempat tidur 3, sedang 2 lainnya punya 2 tempat tidur?
Jawab:
Jumlah
seluruh sekat
Banyaknya
cara memilih r benda dari sejumlah n tanpa memperdulikan urutannya. Pemilihan
seperti ini disebur KOMBINASI.
Suatu kombinasi sesungguhnya merupakan sekatan dengan 2 sel, sel pertama berisi
r unsur yang dipilih sedangkan sel lainnya berisi (n – r) sisanya. Jumlah
kombinasi dinyatakan
, biasanya disingkat
karena jumlah unsur pada sel kedua haruslah n
– r.
Teorema 1.8 Banyaknya
kombinasi dari n benda yang berlainan bila diambil sebanyak r sekaligus adalah

Contoh:
Bila
ada 4 kimiawan dan 3 fisikawan, carilah banyaknya panitia 3 orang yang dapat
dibuat yang beranggotakan 2 kimiawan dan 1 fisikawan.
Jawab:
Banyak
cara memilih 2 kimiawan dari 4 adalah 
Banyak
cara memilih 1 fisikawan dari 3 adalah 
Menurut
Teorema 1.1 dengan n1
= 6 dan n2 = 3, maka
n1
. n2 = 6 . 3 = 18